Wednesday, 21 September 2011

Alhamdulillah..♥

Subhanallah..
Hamba bsyukur pd Mu Ya Allah..
mnganugerahiku nikmat y xtkira..
mereka sbg shabat2 baik ku..
mnyokongku, mngjarku, mnyedarkanku, mnolongku, dan semuany y positive tntg mereka..
hamba begitu brsyukur mereka hadir dlm kehidupanku sbg insn2 y mngmbirakn ku..
mreka turut mneguhkan pndirianku sbg sorg plajar, sbg sorang ank, dn y plg pnting sbg hamba-Mu Ya Allah..
Moga2 mereka dikasihani-Mu,dirahmati-Mu, dn sntiasa brada dlm prlindungn-Mu Ya Allah..
Teguhkan dn stu  lh aty kmi dn jauhilah kami dr bisikan syaitan
,
Amin..

Sunday, 18 September 2011

Redha

Ak adalah sorang hamba kpd Tuhan Yang Maha Esa,
maka ak, REDHA menerima sgala yg telah ditentukan oleh-Nya
dn, smoga redha ak, brada dlm keredhaan-Nya.

Amin..

"TAWAKAL itu LEBIH BAIK"

"Stiap sesuatu perkara akan dipermudahkan jika kita berserah kepada Allah. InsyaAllah,
 Bismillahitawalkaltull'alallah.."

amin


Saturday, 17 September 2011

Ak terbace sesuatu yg ad Hamba Allah post kn.."Tentang CINTA", tQ~


Bertanya Tentang Cinta


Aku bertanya pada alam semesta tentang erti CINTA,

lalu satu demi satu mereka menjawab…
 
Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang dipijak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Cinta hanya memberi, dan itu sajalah keinginannya.”
 
Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan
 
Api menjawab:
“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”
 
Angin menjawab:
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang kata, ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak kelihatan, tetapi tanpanya segala jiwa akan hampa.”
 
Langit menjawab:
“CINTA adalah keluasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu
 
Matahari menjawab:
“CINTA adalah hidup untuk memberi tenaga kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan jemu memberi sampai ia padam dan mati.”
 
Pohon menjawab:
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia ikhlas sehingga tak perlu dilihat dan dikenal. Tetapi ia terus memberi agar batang tetap kukuh abadi, berbuah dan berbunga indah.”
 
Gunung menjawab:
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”
 
Akhir sekali, Aku bertanya pada CINTA itu sendiri:
“Wahai CINTA, apakah sebenarnya erti dirimu?”
 
CINTA menjawab:
“CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meskipun engkau tidak melihatNya. Engkau tidak menciumNya atau merabaNya, tetapi engkau patuh kerana engkau merasa akan hadirNya. Sebab CINTA bukan indera, tetapi adalah rasa.”
 
“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Dia meninggalkanmu. Takut jika Dia tidak menyukaimu lagi. Hingga engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”
 
“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan kepadaNya tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi hambaNya, yang engkau hidup untukNya dan mati untuk RedhaNya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai hamba.”
 
“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain kepadaNya. Engkau rindu akan hadirNya dan melihatNya. Engkau suka apa yang Dia sukai dan benci apa yang dia benci, engkau merasakan segala ada padaNya dan segala atas namaNya.”
 
Aku bertanya lagi pada CINTA:
“Dapatkah aku merasakannya?”
 
Sambil berlari CINTA menjawab:
“Selama engkau mengetahui hakikat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia berikan, maka itu semua akan engkau rasakan, percayalah padaku….”
 
Aku pun Berteriak, “Wahai Tuhan Yang Maha Pencinta, terimalah cintaku yang sederhana ini, izinkanlah aku merasakan cintaMu yang Maha Indah…!”

-ak copy n paste-

Ketenangan..


Tenang aku melihat wajah suci bersih nur mu,
tenang ak melihat gerak gerimu yg brlandaskn akidah islam,
tenang ak mendengar bicaramu yg memujiNya,
tenang ak mendengar kata katamu yang mnegakkan agamaNya dn tuntutanNya,
tenang ak melihat,mendengar sgala2 yg bkaitan dngNya
tenang ak,kau sahabat ku,
syukur ak,kau sahabat ku,
syukur ak,kau membimbing ku.
Uhibbuki fillah ya akhi..

Alhamdulillah..
Syukran Ya Allah...


tenteramkan lah keadaanku ya Fattah ya Alim..

siapa na tersempit di antra dua keadaan?
xde kn?
ini situasi sy skan.

"Dgn nma Allah yg Maha Pengasih lg Maha Penyayang...
luruskmlh laluanku, supaya hamba tahu k arah mne u dtuju..
bukaknlh mnda n hti ku, spaya hamba bole bezakn y mne baik n kurang baik bgku..
lapangkanlh dadaku, spaya hamba x brada dlm kglisahan..
sedarkanlah hamba, spaya hamba x brada dlm kealpaan.."
amin..

Tuesday, 13 September 2011

dia

Kpd hamba Allah y mententramkn jiwa,

"Wahai sdra seislam ku, sy mnyukai n mnyenangi anda kerana Allah, smoga dirimu mndapat keberkatan n krahmatn dr Allah d atas kebaikan mu"
Amin.. :)

eklz dr sy